Ketika pertama kali mencoba untuk menulis, terus terang
saya merasa sangat tidak pede. Apakah saya bisa menulis ? pertanyaan it uterus saja
menggelayuti pikiran saya. Naskah tulisan sudah selesai, tetapi kegelisahan
masih menyelimuti, akan diapakan naskah ini. Apakah layak untuk diterbitkan ?
saya teringat buku teknik penulisan yang saya baca. Akhirnya saya memutuskan
untuk “memberikan” naskah asli
tulisan saya itu kepada beberapa orang terdekat, termasuk beberapa orang tua murid. Saya meminta kepada mereka untuk
menilai secara objektif tentang isi tulisan saya itu.
Sungguh di luar dugaan, ternyata tulisan saya direspon
dengan sangat positif. Rata-rata mereka
memberikan komentar dan penilaian yang sangat baik dan positif, tentu saja beberapa
saran dan kritik yang membangun turut menyertai komentar mereka.
Terpikir di benak saya untuk mendapatkan semacam testimoni
dari beberapa tokoh yang berpengaruh di negeri ini untuk buku saya, agar buku
saya ini bisa lebih “kuat”. Tokoh
pertama yang muncul di kepala saya dan ingin saya dapatkan testimoninya adalah
Kak Seto. Apakah bisa ? pertanyaan itulah yang pertama muncul dan menghalangi di
depan saya. Siapa sih rahmat Affandi ? apakah Kak Seto akan mengenal saya ?
tentu jawabannya adalah tidak ! Galau menyelimuti jiwa.
Baiklah, kesampingkan dulu sosok Kak Seto dari
angan-angan saya. Karena saya ingin mengejar dulu testimony dari orang yang
menulis buku tentang teknik penulisan. Toh saya berani menulis kan karena
membaca buku dia ? saya mencaoba menguatkan diri. Dan singkat cerita, sayapun
mendapatkan testimoni dari penulis Buku Resep Cespleng Menulis Buku Bestseller,
yaitu dari Mas Edy Zaqeus.
Setelah saya mendapatkan suntikan energy dari beliau,
saran dan do’a beliau, akhirnya saya memberanikan diri mencoba memohon testimoni
dari Kak Seto. Sayapun mengirimkan naskah saya melalui email beliau. Berselang satu
hari setelah saya mengirimkan naskah, beliau menelpon saya. Sungguh suatu hal
yang tidak dapat saya percayai, ini mimpi atau nyata ? Suara lembut Kak Seto
terdengar begitu merdu di telinga saya. Tentu saja secara otomatis saya
mendapatkan nomor HP beliau, wah bahagaianya.
Kak Seto sangat menyambut baik dan dengan suka cita memberikan
testimoninya untuk buku saya yang pertama “ Inspiring Mom and Dad”. Beliau sangat
mengapresiasi sekali guru yang menulis.
Selanjutnya saya menncoba menghubungi beberapa tokoh
lainnya untuk saya mintakan testimoninya, dan inilah sebagian testimoni
penyemangat jiwa untuk saya terus menulis.
“ Ini bukan buku parenting biasa, tetapi buku parenting
yang penuh nilai plus dan ideal sekali. Menarik dan enak dibaca, memotivasi
sekali, juga inspiratif. Lebih dari itu buku ini ditulis oleh seorang guru
dalam artian sebenarnya.”
Edy Zaqeus
Pendiri dan editor
andaluarbiasa.com, Penulis Bestseller,
Writer Coach,
Trainer dan Konsultan.
“ Sungguh buku yang sangat inspiratif ! Kita semua
diajak Pak Rahmat untuk terus belajar dengan rendah hati mengenai Hak Anak dari
sumber yang paling kompeten, yaitu dari anak-anak itu sendiri. Bahwa mendidik
anak adalah bukan sekedar memberikan instruksi atau komando, tetapi memberikan
cinta dan kasih kita kepada mereka.”
Kak Seto
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak.
“ Sistem pendidikan kita selama ini lebih berorientasi
pada pembentukan intelektualitas dan melupakan pembentukan kepribadian,
sehingga anak-anak kita sering tercabut dari akar budayanya sebagai
bangsa. Buku Pak Rahmat ini saya percaya
dapat menjadi perekat antara sekolah dengan orang tua/keluarga murid untuk
berhasilnya suatu pendidikan yang lebih universal.”
K.H. Zainuddin MZ
"Sebuah
buku yang sangat inspiratif dan menggugah. Gaya bahasanya pun nyaman dibaca, sehingga
tak terasa sudah sampai di ujung halaman. Saya mendapat banyak manfaat setelah
membaca buku ini."
Dodi Mawardi
Pengelola Sekolah
Menulis Kre@tif Indonesia, Penulis Buku “Belajar Goblok Dari Bob Sadino”, dan
“Cara Mudah Menulis Buku Metode 12 Pas”
