Air Susu Ibu
(ASI), ya cairan susu ibu ini bisa dikatakan sebagai sumber makanan dan minuman
ajaib yang dapat diberikan oleh ibu kepada bayinya, dan tentu saja ini adalah
anugrah yang tiara terkira dari Sang Pencipta. Mengapa dikatakan ajaib ? Karena
segala macam nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah tersedia di dalam ASI ini,
bahkan dengan komposisi dan takaran yang sudah sangat pas untuk pertumbuhan
bayi. Tidak hanya nutrisi lengkap yang
terkadung di dalam ASI, zat imunitas juga ada di dalamnya.
ASI sarat
dengan kandungan zat-zat yang dibutuhkan bayi pada masa awal petumbuhannya. ASI
mengandung lebih banyak vitamin, mineral yang lebih seimbang dan lebih banyak
gula susu (laktosa ) daripada susu sapi. ASI juga dijamin sepenuhnya steril, bernutrisi
dan selalu berada dalam temperatur yang cocok untuk bayi. Mengandung lebih
sedikit protein, kasein dan garam bersifat ringan sehingga mudah dicerna
daripada susu sapi. Kasein pada susu sapi bersifat padat dan sulit dicerna, merangsang
alergi, menyebabkan diare.
Dengan hanya
ASI bayi sudah cukup nutrisi tidak perlu
makanan pendamping lain. Banyak sekali manfaat dan kebaikan ASI bagi bayi,
diantaranya memberikan kekebalan alami bagi tubuh sehingga bayi tidak mudah
terserang penyakit, aman dan steril untuk dikonsumsi bayi. Air susu yang pertama kali keluar atau yang
disebut dengan kolostrum yang berupa cairan bening berwarna kekuningan yang
keluar sejak hari pertama ibu melahirkan, kolostrum adalah makanan separuh
cerna yang mudah diserap oleh bayi, dan memberikan zat anti bodi yang berjuta
juta baiknya bagi bayi.
Menyusui bukan hanya
sekedar transfer makanan dan zat gizi dari si ibu kepada bayinya, lebih dari
itu menyusui merupakan sebuah proses yang dapat mempererat ikatan antara ibu
dan bayi. Ketika si ibu menyusui
bayinya, dengan mendekapnya penuh kasih sayang, sesungguhnya si ibu sedang
memberikan pendidikan kasih sayang. Kasih sayang yang diberikan si ibu akan membuatnya
mampu menyayangi orangtuanya, menyayangi saudaranya, menyayangi lingkungannya,
dan Isnya Allah akan membuatnya menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan
bernurasi.
Tidak hanya bagi
bayi, pemberian ASI juga memberikan manfaat bagi si ibu. Manfaat lain dari
pemberian ASI bagi ibu adalah terbentuknya pola ikatan dan komunikasi yang kuat
antara ibu dan bayi karena sesaat setelah lahir perawat akan menaruh bayi di
atas dada ibunya dan membiarkan bayi berusaha untuk mencari sumber kehidupannya
melalui ASI ibunya (inisiasi dini). Nah saat menyusui inilah akan terjalin
kedekatan antara ibu dan bayi. Detak jantung, sentuhan dan kontak mata dari ibu
adalah proses komunikasi yang membantu menjalin hubungan psikologis yang
positif antara ibu dan bayi dan akan sangat membantu dalam menstimulasi
perkembangan indera bayi. Memberikan ASI kepada bayi berarti juga mempercepat
proses alamiah dalam menyusutkan ukuran rahim dan mengembalikannya ke bentuk
yang normal.
Hisapan bayi pada
puting susu ibu akan menstimulasi tubuh untuk menghasilkan sebuah hormon yang
disebut hipotalamus yang berguna untuk mempercepat proses penyusutan /pengecilan
tubuh. Tidak hanya itu, energi ekstra yang dibakar tubuh untuk memproduksi ASI
dapat membantu sang ibu lebih cepat dan kembali ke bentuk tubuhnya
yang ideal. Subhanallah.
Selain komposisinya yang sempurna, ASI
juga sangat praktis dan ekonomis.
Sekarang harga susu formula cenderung terus meningkat, memberi ASI dapat mengurangi biaya untuk susu
formula yang cukup tinggi. Selain itu ASI sangat praktis, ibu tidak perlu
repot mencuci dan merebus botol pada masa pemberian asi ekslusif, sehingga bisa
menambah waktu istirahat bagi ibu, khususnya di malam hari.
Terlepas dari kesempurnaan dan segala
kebaikan yang terdapat di dalam ASI,
maka menyusui merupakan ungkapan kasih sayang yang nyata dari ibu kepada
bayinya. Salah satu bentuk pendidikan yang diberikan oleh ibu kepada anaknya. Menyusui
bayi berarti melakukan komunikasi dengan menabur benih-benih cinta dan kasih sayang, kelembutan dan
keikhlasan.
“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua
tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan masa penyusuan…”
~ (QS. Albaqarah : 233)
Alangkah sangat bijaksana jika seorang ibu tidak mengganti
ASI dengan susu formula. Pemberian ASI pada masa dua tahun pertama menjadi
sangat penting, karena pada masa ini pola pengasuhan dan pendidikan terhadap
anak akan sangat menentukan perkembangan bagi masa-masa berikutnya. Dua tahun
pertama sejak kelahiran merupakan tahun-tahun emas, karena pada masa ini anak
mulai belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengenali, dan belajar
banyak tentang lingkungannya. Pada usia ini bagi seorang anak merupakan masa
belajar, karena sepanjang hidupnya adalah belajar. Oleh karena itu segala
bentuk informasi yang diberikan oleh orangtua hendaknya manjadi bahan
pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi sang anak.
Dan jika terpaksa si ibu harus mengganti ASI dengan susu
formula karena suatu sebab, misal karena air susunya tidak keluar, maka
lakukanlah pemberian susu formula itu dengan penuh kelembutan, dengan penuh
kasih sayang, kontak mata antara ibu dan bayi akan semakin mempererat pertalian
bathin. Pada waktu mempersiapkan susu
formula untuk sang buah hati, maka iringilah dengan doa. Ingat air akan
merespon segala informasi yang masuk kepadanya. Maka selain air dan susu
formula yang dimasukanlah ke dalam botol itu jangan lupa untuk memasukkan juga doa,
harapan, sugesti positif, cinta dan kasih sayang. Walaupun ASI tidak akan
tergantikan dengan susu formula, tetapi dengan cinta dan ketulusan, dengan
kasih sayang dan keikhlasan, dengan doa dan harapan Insya Allah akan tumbuh
generasi yang baik sesuai dengan yang diharapkan oleh orangtua. Allah Maha
Mendengar, Allah Maha Mengetahui. Insya
Allah.
