Anak-anak itu mirip semen basah, apapun yang jatuh di atasnya akan meninggalkan bekas, yang kalau tidak segera dihaluskan kembali, bekas tersebut akan mengeras selamanya. (Haim Ginott)

Rabu, 24 Juli 2013

Air Susu Ibu (ASI) dan Pendidikan Kasih Sayang

Air Susu Ibu (ASI), ya cairan susu ibu ini bisa dikatakan sebagai sumber makanan dan minuman ajaib yang dapat diberikan oleh ibu kepada bayinya, dan tentu saja ini adalah anugrah yang tiara terkira dari Sang Pencipta. Mengapa dikatakan ajaib ? Karena segala macam nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah tersedia di dalam ASI ini, bahkan dengan komposisi dan takaran yang sudah sangat pas untuk pertumbuhan bayi.  Tidak hanya nutrisi lengkap yang terkadung di dalam ASI, zat imunitas juga ada di dalamnya.
ASI sarat dengan kandungan zat-zat yang dibutuhkan bayi pada masa awal petumbuhannya. ASI mengandung lebih banyak vitamin, mineral yang lebih seimbang dan lebih banyak gula susu (laktosa ) daripada susu sapi. ASI juga dijamin sepenuhnya steril, bernutrisi dan selalu berada dalam temperatur yang cocok untuk bayi. Mengandung lebih sedikit protein, kasein dan garam bersifat ringan sehingga mudah dicerna daripada susu sapi. Kasein pada susu sapi bersifat padat dan sulit dicerna, merangsang alergi, menyebabkan diare.
Dengan hanya ASI bayi sudah cukup nutrisi  tidak perlu makanan pendamping lain. Banyak sekali manfaat dan kebaikan ASI bagi bayi, diantaranya memberikan kekebalan alami bagi tubuh sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit, aman dan steril untuk dikonsumsi bayi.  Air susu yang pertama kali keluar atau yang disebut dengan kolostrum yang berupa cairan bening berwarna kekuningan yang keluar sejak hari pertama ibu melahirkan, kolostrum adalah makanan separuh cerna yang mudah diserap oleh bayi, dan memberikan zat anti bodi yang berjuta juta baiknya bagi bayi.
Menyusui bukan hanya sekedar transfer makanan dan zat gizi dari si ibu kepada bayinya, lebih dari itu menyusui merupakan sebuah proses yang dapat mempererat ikatan antara ibu dan bayi.  Ketika si ibu menyusui bayinya, dengan mendekapnya penuh kasih sayang, sesungguhnya si ibu sedang memberikan pendidikan kasih sayang. Kasih sayang yang diberikan si ibu akan membuatnya mampu menyayangi orangtuanya, menyayangi saudaranya, menyayangi lingkungannya, dan Isnya Allah akan membuatnya menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan bernurasi.
Tidak hanya bagi bayi, pemberian ASI juga memberikan manfaat bagi si ibu. Manfaat lain dari pemberian ASI bagi ibu adalah terbentuknya pola ikatan dan komunikasi yang kuat antara ibu dan bayi karena sesaat setelah lahir perawat akan menaruh bayi di atas dada ibunya dan membiarkan bayi berusaha untuk mencari sumber kehidupannya melalui ASI ibunya (inisiasi dini). Nah saat menyusui inilah akan terjalin kedekatan antara ibu dan bayi. Detak jantung, sentuhan dan kontak mata dari ibu adalah proses komunikasi yang membantu menjalin hubungan psikologis yang positif antara ibu dan bayi dan akan sangat membantu dalam menstimulasi perkembangan indera bayi. Memberikan ASI kepada bayi berarti juga mempercepat proses alamiah dalam menyusutkan ukuran rahim dan mengembalikannya ke bentuk yang normal.
Hisapan bayi pada puting susu ibu akan menstimulasi tubuh untuk menghasilkan sebuah hormon yang disebut hipotalamus yang berguna untuk mempercepat proses penyusutan /pengecilan tubuh. Tidak hanya itu, energi ekstra yang dibakar tubuh untuk memproduksi ASI dapat membantu  sang  ibu lebih cepat dan kembali ke bentuk tubuhnya yang ideal. Subhanallah.
Selain komposisinya yang sempurna, ASI  juga sangat praktis dan ekonomis. Sekarang harga susu formula cenderung terus meningkat, memberi ASI dapat mengurangi biaya untuk susu formula yang cukup tinggi. Selain itu ASI sangat praktis, ibu tidak perlu repot mencuci dan merebus botol pada masa pemberian asi ekslusif, sehingga bisa menambah waktu istirahat bagi ibu, khususnya di malam hari.
Terlepas dari kesempurnaan dan segala kebaikan yang terdapat di dalam ASI,  maka menyusui merupakan ungkapan kasih sayang yang nyata dari ibu kepada bayinya. Salah satu bentuk pendidikan yang diberikan oleh ibu kepada anaknya. Menyusui bayi berarti melakukan komunikasi dengan menabur benih-benih  cinta dan kasih sayang, kelembutan dan keikhlasan.
“ Para ibu  hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan masa penyusuan…”
~ (QS. Albaqarah : 233)
Alangkah sangat bijaksana jika seorang ibu tidak mengganti ASI dengan susu formula. Pemberian ASI pada masa dua tahun pertama menjadi sangat penting, karena pada masa ini pola pengasuhan dan pendidikan terhadap anak akan sangat menentukan perkembangan bagi masa-masa berikutnya. Dua tahun pertama sejak kelahiran merupakan tahun-tahun emas, karena pada masa ini anak mulai belajar berbicara, belajar berjalan, belajar mengenali, dan belajar banyak tentang lingkungannya. Pada usia ini bagi seorang anak merupakan masa belajar, karena sepanjang hidupnya adalah belajar. Oleh karena itu segala bentuk informasi yang diberikan oleh orangtua hendaknya manjadi bahan pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi sang anak.
Dan jika terpaksa si ibu harus mengganti ASI dengan susu formula karena suatu sebab, misal karena air susunya tidak keluar, maka lakukanlah pemberian susu formula itu dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang, kontak mata antara ibu dan bayi akan semakin mempererat pertalian bathin. Pada waktu mempersiapkan  susu formula untuk sang buah hati, maka iringilah dengan doa. Ingat air akan merespon segala informasi yang masuk kepadanya. Maka selain air dan susu formula yang dimasukanlah ke dalam botol itu jangan lupa untuk memasukkan juga doa, harapan, sugesti positif, cinta dan kasih sayang. Walaupun ASI tidak akan tergantikan dengan susu formula, tetapi dengan cinta dan ketulusan, dengan kasih sayang dan keikhlasan, dengan doa dan harapan Insya Allah akan tumbuh generasi yang baik sesuai dengan yang diharapkan oleh orangtua. Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengetahui. Insya Allah.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut. ~ John Dewey ~