Anak-anak itu mirip semen basah, apapun yang jatuh di atasnya akan meninggalkan bekas, yang kalau tidak segera dihaluskan kembali, bekas tersebut akan mengeras selamanya. (Haim Ginott)

Rabu, 24 Juli 2013

Senyum dalam Mendidik Anak

Senyum dalam Mendidik Anak
Senyum adalah sedekah. Senyum itu murah tetapi sangat berharga nilainya, senyum itu sederhana tetapi dampaknya sangat luar biasa, senyum itu kecil tetapi berdampak raksasa, senyum itu obat yang manis yang mempunyai efek penyembuhan luar biasa, senyum itu hanya setetes tetapi mampu membasahi dan membanjiri relung-relung hati yang tandus, senyum itu ringan tetapi Insya Allah akan memberatkan timbangan amal kebaikan. Senyum itu indah, senyum itu ibadah. Orang tua yang mau mengajak anaknya untuk belajar mulailah dengan senyum, karena senyum akan menentramkan, dan menenangkan.
Anak adalah seorang great imitator, seorang peniru yang ulung. Jika orangtua dalam kesehariannya membiasakan diri untuk tersenyum, maka kebiasaan itu akan ditiru dan dikembangkan oleh anak. berbahagialah jika memiliki seorang anak yang bermurah senyum, karena anak seperti ini biasanya adalah akan sangat mudah dalam bergaul, supel, diterima dalam pergaulan dan tentu saja disenangi teman-temannya, bahkan orang dewasa.
Orangtua hendaknya pandai menciptakan suasana yang menyenangkan di rumah. Suasana yang menyenangkan itu salah satunya diawali dengan senyum. Seringkali suasana di rumah ditentukan oleh keadaan. Misal kalau tangal-tanggal muda, biasanya suasana rumah selalu ceria, senyum selalu mengembang, bahagia. Sebaliknya kalau sudah memasuki tanggal-tanggal tua, maka keceriaan, kebahagiaan itu berkurang. 
Semestinya kondisi seperti itu tidak terjadi. Kapanpun, di manapun, dalam keadaan apapun tetap selalu kembangkan senyum. Sebagai orangtua tentu kita tidak ingin menularkan muka-muka yang masam kepada anak-anak bukan ? Insya Allah akan tercipta anak-anak dengan pribadi yang sabar, tulus, rendah hati dan pandai beribadah.
Selain sebagai ibadah, senyum juga mengandung keindahan. Senyum yang dapat memperindah wajah, karena biasanya wajah yang tersenyum mencerminkan perasaan yang senang dan tenang. Senyum pun merupakan ibadah yang paling mudah dilakukan, tetapi mampu menyempurnakan kemuliaan akhlak. Karena senyum yang ikhlas adalah kecantikan yang lahir dari hati dan jiwa yang ikhlas. Senyum merupakan anugerah yang bisa menenangkan perasaan, menyejukkan dan menentramkan hati yang gelisah.
Dengan senyum seseorang akan tampil cantik ataupun tampan wajahnya walau tanpa kosmetika,  dan yang jelas, kosmetika senyum ini tidak membuat iritasi pada kulit ataupun menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Nah pertanyaannya adalah mengapa kita harus tersenyum ? lebih-lebih dalam mendidik anak ? Senyuman yang ikhlas, yang simetris dan lahir dari hati yang jernih ternyata dapat menjaga kebugaran tubuh.
Menurut penelitian para hali, dengan tersenyum akan menimbulkan munculnya semacam hormon endorphin pada diri orang yang tersenyum. Hormon endorphin ini akan mengatur emosi seseorang, menciptakan irama kebahagiaan. Itulah mengapa senyum menjadi penting dalam mendidik anak, karena dengan senyum, selain menciptakan keselarasan dalam tubuh, juga menularkan kabahagiaan dan kenyamanan bagi anak.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut. ~ John Dewey ~