Anak-anak itu mirip semen basah, apapun yang jatuh di atasnya akan meninggalkan bekas, yang kalau tidak segera dihaluskan kembali, bekas tersebut akan mengeras selamanya. (Haim Ginott)

Minggu, 04 Agustus 2013

Mengembalikan Konsentrasi Siswa dengan Tepuk Tangan



Sumber gambar : Google Gambar
Seringkali saya masih melihat sebagian besar guru terutama ibu-ibu guru merasa kesulitan dalam mengembalikan daya konsentrasi siswanya. Ada yang berteriak-teriak, ada yang dengan cara mengetuk-ngetukkan penggaris panjang ke papan tulis, ada juga yang dengan cara memukulkan penghapus papan tulis ke atas meja.
Bobby de Porter dalam buku Quantum Teaching mengatakan bahwa tingkat konsentrasi siswa itu adalah sesuai dengan umurnya, jadi jika seorang siswa umurnya 10 tahun, maka sudah dapat dipastikan bahwa daya fokus mereka untuk mencerna pelajaran dengan baik, hanya bertahan selama sekitar 10 menit. Lebih dari itu konsentrasi mereka akan terpecah ke hal-hal lainnya yang dianggapnya lebih menarik.
Untuk itu guru dituntut untuk selalu berusaha agar daya konsentrasi siswa tetap terjaga. Cara-cara berteriak, memukulkan penggaris ke papan tulis atau dengan memukulkan penghapus papan tulis ke meja dianggap sudah tidak relevan lagi. Walaupun memang diakui cara-cara tersebut sedikit efektif untuk mengembalikan daya konsentrasi siswa. Tetapi mau sampai kapan guru memukul-mukul papan tulis atau meja ? lalu bagaimana dengan dampak psikologis siswa di kelas ? Tidak semua siswa dapat menerima cara-cara seperti itu. Terutama dengan siswa yang cenderung sensitif.
Ada beragam cara yang lebih membangun dan lebih ramah dalam mengembalikan daya konsentrasi siswa. Salah satunya adalah dengan tepukan tangan. Saya menerapkan metode ini sudah bertahun-tahun dan terbukti sangat efektif untuk mengembalikan daya konsentrasi siswa saya di kelas. Saya mengajar di kelas 6 yang rata-rata usianya 10 – 12 tahun. Saya mengambil rata-rata usia mereka 11 tahun. Jadi dengan demikian setelah rentang waktu 11 menit, maka saya akan berusaha untuk mengembalikan daya konsentrasi mereka dengan tepukan tangan, terutama dikala siswa-siswa tengah gaduh.
Perlu diketahui bahwa siswa yang gaduh, tidak konsentrasi atau membuat onar, itu bukan berarti siswa tersebut nakal, bisa jadi karena mereka sudah jenuh dengan situasi atau suasana yang ada. Guru hendaklah tidak menjatuhkan vonis bahwa mereka nakal, apalagi sampai meberikan label nakal kepada mereka.
Baiklah saya akan coba utarakan cara mengembalikan konsentrasi siswa dengan tepukan. Ada beberapa cara tepukan, namun kali ini saya akan coba yang simpel dan mudah dilaksanakan. Namun sebelum menerapkan cara ini perlu diadakan kesepakatan awal dengan seluruh siswa bahwa  setelah mereka bertepuk tangan, mereka harus kembali konsentrasi.
Jika pada suasana belajar siswa terdengar gaduh,  banyak yang ngobrol atau tidak konsentrasi, maka guru berdiri di depan kelas dan katakan “Yang mendengar suara Bapak/Ibu tepuk tangan tiga kali !” siswa harus bertepuk tangan sebanyak tiga kali (prok..prok..prok) secara serempak. Hal ini perlu dilatih di awal. Saya membuat kesepatan dengan siswa saya biasanya di awal kegiatan minggu-minggu pertama siswa masuk sekolah.
“Yang mendengar suara Bapak/Ibu tepuk tangan tiga kali !” ( Prok…prok...prok). Biasanya jika ada siswa yang sedang ngobrol misalnya, atau konsentrasinya ke tempat yang lain, maka dengan mendengar tepukan sebanyak tiga kali dari teman-temannya, seolah mereka diingatkan untuk kembali konsentrasi pada pelajaran. Jika masih ada siswa yang belum konsentrasi, maka katakan lagi “ Yang mendengar suara Bapak/Ibu tepuk tangan dua kali!” (prok…prok). Nah ketika guru mengatakan kalimat yang kedua, suaranya agak dipelankan sedikit.
Jika masih juga ada yang belum konsentrasi, maka katakan lagi “Yang mendengar suara Bapak/Ibu tepuk tangan satu kali!” (prok..) suara guru ketika mengatakan kalimat yang ketiga kalinya sebisa mungkin dipelankan, tetapi masih tetap bisa terdengar ke seluruh ruangan kelas.
Perlu diketahui selain kita harus membuat kesepakatan di awal dengan siswa, penerapan cara ini harus konsisten. Di mana kalau siswa sudah bertepuk tangan maka segera kondisikan agar mereka konsentrasi. Sebagai catatan jika daya konsentrasi siswa memang hampir semuanya tidak fokus, maka terapkan cara bertepuk tangan tiga kali, kemudian dua kali dan kemudian satu kali. Tetapi kalau suasana atau konsentrasi siswa hanya sebatas ngobrol saja, maka tepuk tangan cukup hanya satu kali saja.
Alhamdulillah selama ini cara tersebut sangat efektif untuk mengembalikan daya konsentrasi siswa di kelas. Semoga bermanfaat.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut. ~ John Dewey ~